ICN serukan kenaikan gaji perawat diseluruh dunia

“New international analysis of nurse’s wages shows salary stagnation and fall in purchasing power” (ICN)

Jenewa, Swiss (mediaperawat.com)The International Centre on Nurse Migration (ICNM) sebagai lembaga international yang mengurus migrasi perawat bulan lalu (senin,17/5/2018) merilis analisa data gaji perawat yang dikumpulkan oleh International Council of Nurses (ICN) dalam kurun waktu 10 tahun (2006-2016). Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa banyak perawat diseluruh dunia yang mengalami penurunan daya beli dalam 10 tahun terakhir akibat adanya stagnansi dan penurunan gaji.

Senada dengan analisa diatas, Komisi PBB untuk ketenagakerjaan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi menyampaikan bahwa dunia mengalami kekurangan tenaga perawat, oleh karena itu ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan perawat dan memperbaiki kondisi kerja untuk meningkatkan daya tarik profesi ini. Hal ini sangat penting karena salah satu indikator keberhasilan ekonomi salah satunya diukur berdasarkan pelayanan kesehatan.

“Meskipun ada keterbatasan data yang dikumpulkan oleh ICN yang harus dipertimbangkan dalam interpretasi hasil, namun temuan jelas menunjukan bahwa pertumbuhan upah perawat sangat minim diseluruh dunia” kata Howard Catton, Direktur Kebijakan Keperawatan danKesehatan ICN. “Dengan prediksi kekurangan 9 juta perawat pada tahun 2030, dan prioritas kesehatan global, seperti Universal Health Coverage dan NCD, sangat penting bagi pemerintah untuk berinvestasi dalam keperawatan, dan mengatasi masalah perekrutan dan mempertahankan perawat melalui gaji pokok yang memadai, prospek karir yang wajar dan tunjangan lainnya”

Sejak krisis ekonomi dunia tahun 2007-2014, dibanyak negara hanya memberikan kenaikan gaji perawat dalam jumlah yang sangat terbatas. Selama periode waktu tersebut Turn-Over perawat meningkat, selain karena perawat menua dan pensiun tetapi juga karena beban kerja yang berat, kompensasi rendah dan kondisi kerja yang buruk mendorong perawat untuk meninggalkan profesinya.  Maka wajar jika Komisi PBB baru-baru ini memperkirakan bahwa dunia akan kekurangan 9 juta profesi perawat.

Catton melanjutkan bahwa “Meskipun kekurangan tenaga perawat saat ini dan kedepan sudah sangat jelas, namun tampaknya gaji tidak digunakan sebagai pengungkit minat perawat untuk melamar dan mempertahankan perawat yang telah ada. Semua pemerintah memiliki tanggungjawab untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga mereka dan ini termasuk memiliki jumlah tenaga perawat yang memadai, karena berkonsekwensi langsung terhadap kesehatan dan kematian manusia”

Data dikumpulkan oleh ICN melalui Forum Kerja Tahunan yang mempertemukan perwakilan-perwakilan organisasi perawat dari seluruh dunia. Forum ini diadakan untuk menyelidiki dan mendiskusikan masalah tenaga kerja keperawatan dan kondisi kerja. Forum bertujuan untuk merangsang pemikiran dan meningkatkan pembelajaran dan pada akhirnya mengembangkan strategi yang proaktif. Organisasi perawat yang hadir dalam forum tersebut berasal dari Kanada, Hongkong, Indonesia, Irlandia, Jepang, Korea, Makau, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Swedia, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat.

Red.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s