Raperda perijinan praktik mandiri perawat ditolak IDI Lamongan

Lamongan (mediaperawat.com) – Lagi viral di media sosial, seperti yang dimuat di koran Jawa pos Radar Lamongan bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lamongan menolak Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perijinan praktik mandiri perawat. Padahal praktik mandiri perawat memiliki payung hukum yang jelas yaitu Undang-Undang nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan.

Alasan penolakan tersebut adalah kekhawatiran IDI akan terjadinya malpraktik ketika menangani pasien. Disebutkan juga bahwa IDI khawatir kewenangan perawat akan melebihi kemampuannya sehingga bisa mengorbankan pasien. Selain itu IDI berpendapat bahwa setiap kegiatan perawat harus mendapat rekomendasi dan pengawasan dokter.

Hal yang menjadi keberatan IDI adalah isi Raperda yang menyebutkan kewenangan perawat melakukan tindakan medis. Padahal hal tersebut dimaksudkan pada kondisi khusus tertentu dimana tidak adanya tenaga media dan farmasi. Kewenangan tersebut juga hanya diberikan pada kondisi darurat yang mengancam nyawa pasien atau bisa mengakibatkan kecacatan. Hal ini jelas tersurat dalam undang-undang keperawatan.

Keberatan IDI oleh banyak pihak (dari kalangan profesi perawat) dianggap tidak berdasar dan hanya menunjukan egoisme profesi dokter. Karena kalo merujuk pada standar praktik mandiri yang di tetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), praktik mandiri yang dimaksud adalah praktik keperawatan bukan praktik pengobatan seperti yang dikhawatirkan oleh IDI.

Sebelum melakukan penolakan seharusnya IDI melakukan telaah terlebih dahulu terhadap undang-undang keperawatan dan peraturan menteri kesehatan mengenai praktik mandiri dan perijinan praktik keperawatan. IDI juga harus mulai bisa menghargai profesi perawat sebagai profesi yang dilindungi oleh undang-undang.

Dalam pelayanan kesehatan, dokter bukan satu-satunya penentu keberhasilan pelayanan. Pelayanan kesehatan melibatkan banyak profesi didalamnya termasuk perawat. Oleh karena itu perijinan praktik keperawatan merupakan hak perawat untuk memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan profesinya.

Red.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s