PPNI Sumut tuntut TDM tunaikan hak-hak perawat yang di PHK

Medan (mediaperawat.com) – April lalu, seperti mendengar petir siang bolong begitulah kata pepatah, Berita mengejutkan diterima 58 perawat yang bekerja di grup PT. Tembakau Deli Medica (TDM) bahwa kontrak mereka tidak lagi diperpanjang oleh pihak rumah sakit dan tidak ada hak pesangon yang diterima. Tangis pilu pun tidak dapat ditahan, kesedihan dirasakan bukan hanya oleh perawat tersebut, tetapi juga oleh keluarganya. Apalagi pemecatan ini menjelang masuk ke bulan ramadhan yang tentunya kebutuhan hidup sangat meningkat.

Grup TDM membawahi 3 rumah sakit yaitu RS Bangkatan Binjei, RS GL Tobing Tanjung Morawa dan RS Batang Serangan Tanjung Selamat. Ketiga rumah sakit tersebut mem-PHK perawat-perawatnya berdasarkan keputusan direksi yang menyebutkan bahwa mereka tidak lulus uji kompetensi yang dilakukan pihak rumah sakit.

Tidak terima dengan keputusan sepihak TDM, para perawat didampingi oleh pengurus PPNI Sumatra Utara melaporkan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, karena mereka menilai keputusan direksi TDM melanggar Undang-Undang dan peraturan ketenagakerjaan. Laporan diterima oleh Disnaker, yang kemudian dilakukan rapat klarifikasi kasus berdasarkan laporan tersebut pada tanggal 8 Mei 2018.

Rapat klarifikasi kasus, dihadiri pengacara dari TDM, Toni Siregar. Dihadiri pula oleh Manajemen TDM, Magdalena Ginting. Sementara dari pihak perawat yang di PHK di dampingi Ketua PPNI Sumut Mahsur Al Hazkiyani dan Kabid Hukum & Pemberdayaan Politik PPNI Sumut Herman Syahrial. Menurut Mahsur, prosedur PHK yg dilakukan oleh pihak TDM tidak sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan aturan yg berlaku di NKRI, yang mana mereka ini sudah bekerja belasan Tahun Tetapi kontraknya hanya per tahun , yang seharusnya mereka sudah menjadi karyawan tetap, tetapi di PHK sebelum kontrak baru mereka berakhir.

Pada hari kamis (17/5/2018) lalu dilakukan Rapat Mediasi pertama, sebagai tindak lanjut dari rapat klarifikasi sebelumnya. Pada kesempatan tersebut Mahsur (Ketua PPNI Sumut) sebagai pemegang kuasa dari perawat yang di PHK menuntut agar TDM memberikan hak-hak pekerja berupa pesangon sesuai dengan masa pengabdiaan para perawat tesebut. Mahsur juga mempermasalahkan pihak TDM yang tidak pernah memberikan salinan perpanjangan kontrak kepada karyawannya, dan pihak TDM tidak melaksanakan manajemen kepegawaian dan tidak menjalankan kewajibannya sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan. Pada saat perwakilan Disnaker Sumut, Ratna Uli, menanyakan kepada pihak TDM apakah tuntutan dari para pekerja bisa dipenuhi, pihak TDM yang diwakili oleh Magdalena (Bidang SDM) menyampaikan agar semua tuntutan dari pekerja dibuat secara tertulis untuk disampaikan kepada direksi.

Untuk mengambil keputusan atas tuntutan para pekerja TDM, pihak Disnaker rencananya akan kembali mengundang para pekerja yang di PHK dan pihak perusahaan TDM seminggu kemudian.

Red.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s