Karena ikut unjukrasa, perawat honorer di Polman terancam dipecat

Polewali Mandar (mediaperawat.com) – Buntut dari unjukrasa dan mogok kerja Gerakan Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) pada senin (7/5/2018) lalu, ratusan orang perawat terancam sanksi sampai dengan pemecatan oleh manajemen rumah sakit. Hal ini diungkapkan manajemen rumah sakit pada pertemuan dengan perawat se-RSUD Polewali pada hari selasa (8/5/2018) lalu.

WhatsApp Image 2018-05-09 at 11.40.00(2)Dalam catatan kami (red) untuk rasa senin (7/5/2018) lalu merupakan unjukrasa kelima dengan tuntutan yang sama yaitu menuntut status PNS dan upah yang layak. Unjukrasa kembali dilakukan karena pemerintah belum merespons tuntutan unjukrasa sebelumnya. Peserta unjukrasa kali ini melibatkan perawat rumah sakit dan puskesmas, beberapa diantaranya perawat yang bekerja didaerah-daerah terpencil. Akibat dari unjukrasa ini pelayanan beberapa puskesmas dan unit rumah sakit lumpuh.

“Kami melakukan unjuk rasa karena diperlakukan seperti budak, kami hanya digaji 100 ribuan per bulan bahkan ada yang hanya 50 ribu atau 80 ribu perbulan, itupun dari belas kasihan PNS kepada kami. Kami hidup tak menentu, bayangkan saja uang 100 ribu untuk makan saja susah. Untuk berangkat kerja kami ongkos sendiri dari hasil kami bertani atau berkebun atau berjualan. Kami ingin digaji secara manusiawi, kami bukan budak..”, Kata Ahmad, salah satu peserta unjuk rasa.

Unjukrasa diawali dengan orasi di depan kantor DPRD Polewali Mandar, namun karena anggota DPRD sedang keluar kota, masa unjukrasa bergeser ke Kantor Bupati. Sempat terjadi ketegangan karena pengunjukrasa mau masuk kehalaman kantor Bupati namun dihalau oleh Polisi Pamong Praja. Perwakilan pengunjukrasa diterima oleh Plt. Bupati Polman, Amujib dan Kepala Dinas Kesehatan,Suaib Nawawi di Ruang POla Kantor Bupati. Pada pertemuan tersebut, Amujib menyampaikan bahwa pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005, Gubernur dan Bupati tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengangkat honorer menjadi PNS. Amujib menyarankan agar perawat honorer bersabar sampai dengan adanya peraturan pemerintah baru yang lebih baik.

WhatsApp Image 2018-05-09 at 11.40.00(3)Kecewa dengan hasil pertemuan dengan Plt.Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan, pengunjukrasa dalam orasinya menyampaikan bahwa akan melanjutkan aksi dengan melakukan mogok kerja. “Kami akan melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tidak memiliki kepedulian, hanya ini jalan satu-satunya”, Jelas Rahmat Korlap aksi unjuk rasa.

Paska aksi unjukrasa, esoknya selasa (8/5/2018), manajemen RSUD Polewali memanggil semua staff perawat yang bekerja di RSUD. Satu per satu perawat tersebut dimintai keterangannya terkait peristiwa unjukrasa kemarin.

Dr Anita, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Polewali, mengungkapkan bahwa dirinya memanggil semua perawat baik PNS maupun honorer untuk dimintai keterangan apa alasan meninggalkan tugas.

“Kami akan menginventarisir perawat-perawat yang ikut dan tidak ikut unjukrasa, kemudian kami akan menanyakan alasan-alasan mereka ikut aksi tersebut. Kami akan memberikan sanksi secara bertahap kepada perawat yang meninggalkan tugas.” Tegas dr. Anita.

Anita menyampaikan bahwa pelayanan RSUD sangat terganggu akibat aksi tersebut, apalagi saat ini RSUD sedang berjuang agar lulus Akreditasi B yang penilaiannya akan berlangsung bulan juni mendatang.

“Jumlah honorer dirumah sakit kami sekitar 300 orang, kami akan memberikan sanksi yang lebih berat kepada perawat yang meninggalkan tugas dinas, dibandingkan perawat yang lepas dinas.” Ungkap Anita menanggapi perihal sanksi yang akan dia berikan.

Pada saat pertemuan berlangsung satu orang perawat perempuan tiba-tiba berteriak-teriak histeris karena tidak terima sudah bekerja belasan tahun malah diancam akan dipecat hanya karena unjuk rasa mempertanyakan kejelasan nasibnya. Video perawat yang histeris tersebut viral diberbagai media sosial.

Red.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s