Aksi 234 GNPHI Kabupaten Pasangkayu, STOP perbudakan modern

Senin lalu (23/4/2018) Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Kabupaten Pasangkayu menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Smart Pasangkayu dilanjutkan dengan longmarch ke depan gedung DPRD Pasangkayu.

Unjukrasa yang diikuti oleh perawat honorer dari rumah sakit negeri dan puskesmas itu menuntut kejelasan status dan kesejahteraan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pasangkayu. Menurut pengunjuk rasa gaji mereka yang dibawah UMR dan tidak jelasnya status kepegawaian merupakan perbudakan modern yang harus dihentikan. Selain itu pengunjukrasa juga pemerintah jangan melakukan diskriminasi terhadap perawat, karena perawat selama ini menjadi garda terdepan didalam pelayanan kesehatan.

Sesampainya di Kantor DPRD Pasangkayu pengunjukrasa kecewa karena wakil rakyat yang hadir baru satu orang, padahal waktu sudah menunjukan pukul 10.00 WIB padahal mereka mendapatkan gaji tinggi dari uang rakyat.

“Kami dari puskesmas dan rumah sakit datang ke gedung ini untuk bertemu dengan wakil rakyat, tapi kenapa jam segini baru ada satu orang. Padahal kami perawat yang gajinya kecil harus datang pagi untuk melayani masyarakat”, kata Nichson Klou koordinator lapangan aksi unjuk rasa.

Nichson juga mengatakan bahwa apabila perawat datang terlambat, gaji mereka akan dipotong sedangkan anggota DPRD datang seenaknya.

Para pengunjuk rasa mengancam akan turun kejalan kembali apabila tuntutannya tidak diperhatikan oleh DPRD dan Pemda Pasangkayu.

Red.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s