Tangan merupakan sumber utama penyebaran infeksi nosokomial di lingkungan pelayanan kesehatan. WHO (2009) menyebutkan bahwa kebersihan tangan (hand hygiene) merupakan hal paling penting untuk mencegah penyebaran kuman danĀ  infeksi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Hal ini didukung oleh pernyataan Longtin, et al (2011) dalam New England Journal of Medicine yang menyebutkan bahwa pemenuhan kebersihan tangan (hand hygiene) ini masih dibawah 40%, sedangkan hal ini sangat penting untuk mencegah transmisi silang bakteri.

Kulit manusia didiami oleh banyak bakteri yang berkoloni. Bakteri ini dapat menyebar di lingkungan sekitar pasien seperti tempat tidur, selimut, perabot, bahkan tiang infus sekalipun. Oleh karena itu, diindikasikan perlunya kebersihan tangan sesaat sebelum kita memasuki area pasien dan bersentuhan dengan pasien, sesaat setelah meninggalkan area pasien, setelah kontak dengan darah dan atau cairan tubuh, membran mukosa, linen, peralatan yang terkontaminasi atau pembuangan, segera setelah melepaskan sarung tangan, sebelum dan sesudah prosedur aseptic dan steril, diantara tindakan pada bagian tubuh yang berbeda, sebelum dan sesudah makan, minum, merokok, memakai kosmetik, atau menyiapkan makanan, saat tiba di tempat kerja atau meninggalkan tempat kerja.

WHO (2009) menyebutkan lima momen penting perlunya hand hygiene, yakni: Sebelum menyentuh pasien; Sebelum prosedur aseptic, hal ini untuk meminimalkan resiko infeksi pada pasien; Setelah resiko terpapar cairan tubuh; Setelah menyentuih pasien; dan Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien.

Hand hygiene ini dapat dilakukan dengan dua cara, yang pertama dengan menggosok tangan menggunakan larutan alkohol yang mengandung 60-80% ethanol, iso propanol, atau n-propanol, hal ini dapat dilakukan segera sebelum atau setelah kontak dengan pasien dan apabila tangan tidak terlihat ada kotoran atau dengan mencuci tangan menggunakan sabun antibakteri dan air lalu mengeringkannya dengan kertas sekali pakai, hal ini dapat dilakukan jika tangan benar-benar terlihat kotor oleh cairan tubuh, seperti darah atau kotoran lain.

Perlu diingat, sebelum melakukan hand hygiene, lepaskan perhiasan dan jam tangan, pastikan kuku tangan tidak panjang, tidak disarankan penggunaan kuku palsu dan obati dulu apabila tangan mengalami iritasi atau terkena jamur.

Dokumnetasikan tindakan hand hygiene terutama mencuci tangan pada setiap tindakan aseptik dan steril.

Prosedur hand hygiene menurut WHO (2009) dapat dilihat pada gambar berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prosedur hand hygiene juga dapat dilihat pada video berikut:

Hand Hygiene by NEJM, 2011.

Referensi:

WHO (2009), Hand Hygiene: Why, How & When? http://www.who.int/gpsc/5may/Hand_Hygiene_Why_How_and_When_Brochure.pdf

Longtin, et all (2011), Hand Hygiene, Video in clinical medicine from New England Journal of Medicine.